Originalitas Haustafel

Asal usul atau originalitas haustafel dalam PB telah menjadi isu diskusi yang sangat intens di kalangan para pakar PB. Seperti yang sudah diindikasikan di atas, haustafel merupakan sebuah topik yang sangat penting dalam dunia Greco-Roman. Pertanyaannya adalah dari manakah Paulus mendapatkan haustafel yang ia cantumkan dalam surat-suratnya? Atau lebih tepat, bagaimana hubungan antara haustafel dalam surat-surat Paulus dan haustafel dalam dunia Greco-Roman pada saat itu? Pertanyaan-pertanyaan ini penting karena para ahli telah memperlihatkan kemiripan-kemiripan antara haustafel dalam surat-surat Paulus dan haustafel dalam tulisan para filsuf Greco-Roman. Dan hingga saat ini, terdapat beberapa usulan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan ini. Salah satunya perhatikan dalam pendapat berikut ini.

Menurut Dibelius, orang-orang Kristen terdorong untuk menggunakan haustafel Stoik karena mulai surutnya pengharapan akan Parousia dan meningkatnya kesadaran akan apa yang harus dilakukan orang-orang Kristen dalam dunia ini. Komunitas Kristen mula-mula mulai bergumul dengan pertanyaan tentang tugas anggota-anggota keluarga. Itulah sebabnya, para pemimpin Kristen, misalnya Paulus terpaksa meminjam haustafel Stoik tersebut untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Weidinger setuju dengan penekanan Dibelius di atas namun mengubah dimensi argumennya ke arah yang sedikit berbeda. Berbeda dengan proposal Dibelius yang bersifat eskatologis, Weidinger mengusulkan jawaban yang bersifat praktis. Menurut Weidinger, ajaran Paulus mengenai kehidupan “di dalam Roh” kelihatannya mendapat tantangan dari kehidupan yang bercorak duniawi semisal yang terdapat dalam 1 Korintus 7. Itulah sebabnya, Paulus perlu menegaskan ulang prinsip hidup dalam Roh dengan memberikan aplikasi praktisnya dalam konteks kehidupan rumah tangga. Dan untuk melakukan hal ini, Paulus meminjam haustafel Stoik.
Pandangan Dibelius dan Weidenger dihargai oleh para sarjana karena membuka wawasan kita mengenai umumnya haustafel dalam dunia Greco-Roman pada waktu itu. Meski demikian, pandangan kedua sarjana ini dianggap mengandung sejumlah kelemahan esensial yang membuat pandangan mereka kurang diminati di kalangan para pakar.
Dalam analisisnya terhadap pandangan Dibelius dan Weidinger, Crouch menyatakan bahwa bahkan sebelum Weidinger memulai studinya, Alfred Juncker telah mengemukakan sejumlah keberatan mendasar terhadap kesimpulan Dibelius. Juncker menekankan bahwa paralel antara haustafel Helenistik dan haustafel dalam PB tidak lebih dari kemiripan-kemiripan yang bersifat umum saja. Tidak terdapat paralel-paralel khusus yang memperlihatkan kesamaan perhatian, sementara itu terdapat perbedaan-perbedaan esensial yang tidak dapat disepelekan di antara haustafel Helenistik dan haustafel dalam PB. Juncker juga mendapati bahwa penjelasan eskatologis Dibelius terhadap alasan penggunaan haustafel Stoik dalam surat-surat Paulus tidak meyakinkan.

Sumber-sumber refrensi Haustafel:

Seneca, Epistles 94.1. Perlu dijelaskan bahwa dalam dunia Greco-Roman, para budak (slaves) dianggap sebagai bagian inti dari sebuah “keluarga” (family) atau “rumah tangga” (household).
Ada pula literatur biblika PB yang menggunakan sebutan yang lebih umum, yaitu ethical lists.
Struktur paling mendasar dari semua surat Paulus adalah struktur indikatif (doktrinal) dan struktur imperatif (perintah-perintah atau nasihat-nasihat). Struktur imperatif inilah yang sering disebut juga paraenesis. Mengenai hal ini, lih. Edwin D. Freed, The Apostle Paul and His Letters (London, Oakville: Equinox, 2005), 4-5. Roy Yates menulis, “Karakteristik surat-surat Paulus ditandai dengan dua bagian – doktrin dan nasihat-nasihat”, lih. “The Christian Way of Life: The Paraenetic Material in Colossians 3:1 – 4:6,” Evangelical Quarterly 63:3 (1991): 241.
Istilah haustafel pertama kali digunakan oleh Martin Luther. Lih. Yates, . “The Christian Way of Life: The Paraenetic Material in Colossians 3:1 – 4:6,” 247.
Lih. James E. Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel (Gottingen: Vandenhoeck & Ruprecht, 1972), 9-18.
Martin Dibelius, Colossians and Ephesians (Handbuch zum Neuen Testament 12; Tubingen, 1953), 438.
Dibelius, Colossians and Ephesians, 438-450.
Dibelius, Colossians and Ephesians, 450.
Karl Weidinger, The Haustafel: A Piece of Early Christian Paraenesis (Untersuchungen zum Neuen Testament 14; Leipzig, 1928), 10-11.
Weidinger, The Haustafel, 19.
Weidinger, The Haustafel, 49.
Weidinger, The Haustafel, 50.
Dibelius, Colossians and Ephesians, 451.
Weidinger, The Haustafel, 52.
Weidinger, The Haustafel, 52-53.
Pandangan Dibelius dan Weidinger tampaknya diterima oleh Rudolf Karl Bultmann, Theology of the New Testament (New York: Doubleday, 1951), I.118.
Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 21.
Untuk kritikan lainnya terhadap pandangan Dibelius dan Weidinger, lih. Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 22-23.
Ernst Lohmeyer, A Brief Commentary on Colossians and Philemon (Gottingen, 1961), 131-145.
Lohmeyer, A Brief Commentary on Colossians and Philemon, 136.
Lohmeyer, A Brief Commentary on Colossians and Philemon, 138.
Lohmeyer, A Brief Commentary on Colossians and Philemon, 144-145.
Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 23-24.
Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 24.
Diulas dalam: Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 25.
Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 25.
Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 25.
Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 26.
Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 26. Pandangan ini diikuti juga oleh: Stephen Motyer, “Relationship Between Paul’s Gospel of ‘All One in Christ Jesus’ (Gal. 3:28) and the Household Codes,” Vox Evangelica 19 (1989): 33-48.
Yates, “The Christian Way of Life: The Paraenetic Material in Colossians 3:1 – 4:6,” 250.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s