Haustafel Sebagai Sebuah Aturan Yahudi

Dalam tafsirannya terhadap surat Kolose, Ernst Lohmeyer percaya bahwa haustafel dalam surat ini merupakan materi paraenesis yang berlatar belakang Yahudi ketimbang Helenistik. Ia membuktikan tesisnya dengan merujuk kepada konsep takut akan Tuhan (ay. 22) sebagai motif bagi tindakan etis yang menurutnya merupakan terminologi Yahudi. Lebih khusus lagi, dalam ayat 22dst., Lohmeyer menemukan ekspresi etika Farisi di situ. Ia kemudian mengklaim bahwa “Tuhan” dalam haustafel secara konsisten merujuk kepada Allah ketimbang Kristus. Konsekuensinya, istilah “Tuhan” di situ bukan dianggap sebagai tambahan yang bersifat Kristen melainkan sebagai bagian integral dari aturan-aturan etika Yahudi.
Penekanan Lohmeyer terhadap asal usul keyahudian dari haustafel dalam surat Kolose memberikan signifikansi bagi kita untuk melihat rujukan terhadap kerangka teologis dalam haustafel itu sendiri. Lohmeyer tampaknya benar bahwa karakter keyahudian dari haustafel itu terlihat lebih menonjol ketimbang karakter Helenistiknya. Hal ini bisa dipahami karena Paulus sendiri adalah orang Yahudi. Tetapi, menganggap bahwa haustafel tersebut berasal dari konteks Yahudi seperti yang disimpulkan Lohmeyer tampaknya merupakan kesimpulan yang tidak cukup solid. Menurut Crouch, kelemehan utama dari tesis Lohmeyer adalah bahwa ia tidak dapat membuktikan eksistensi dari haustafel Yahudi yang dapat dijadikan perbandingan tekstual untuk memperkuat kesimpulannya. Konsekuensinya, kesimpulan Lohmeyer tidak lebih dari sekadar sebuah kesimpulan teoritis ketimbang kesimpulan yang didukung oleh bukti-bukti.

Sumber-sumber refrensi Haustafel:

Seneca, Epistles 94.1. Perlu dijelaskan bahwa dalam dunia Greco-Roman, para budak (slaves) dianggap sebagai bagian inti dari sebuah “keluarga” (family) atau “rumah tangga” (household).
Ada pula literatur biblika PB yang menggunakan sebutan yang lebih umum, yaitu ethical lists.
Struktur paling mendasar dari semua surat Paulus adalah struktur indikatif (doktrinal) dan struktur imperatif (perintah-perintah atau nasihat-nasihat). Struktur imperatif inilah yang sering disebut juga paraenesis. Mengenai hal ini, lih. Edwin D. Freed, The Apostle Paul and His Letters (London, Oakville: Equinox, 2005), 4-5. Roy Yates menulis, “Karakteristik surat-surat Paulus ditandai dengan dua bagian – doktrin dan nasihat-nasihat”, lih. “The Christian Way of Life: The Paraenetic Material in Colossians 3:1 – 4:6,” Evangelical Quarterly 63:3 (1991): 241.
Istilah haustafel pertama kali digunakan oleh Martin Luther. Lih. Yates, . “The Christian Way of Life: The Paraenetic Material in Colossians 3:1 – 4:6,” 247.
Lih. James E. Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel (Gottingen: Vandenhoeck & Ruprecht, 1972), 9-18.
Martin Dibelius, Colossians and Ephesians (Handbuch zum Neuen Testament 12; Tubingen, 1953), 438.
Dibelius, Colossians and Ephesians, 438-450.
Dibelius, Colossians and Ephesians, 450.
Karl Weidinger, The Haustafel: A Piece of Early Christian Paraenesis (Untersuchungen zum Neuen Testament 14; Leipzig, 1928), 10-11.
Weidinger, The Haustafel, 19.
Weidinger, The Haustafel, 49.
Weidinger, The Haustafel, 50.
Dibelius, Colossians and Ephesians, 451.
Weidinger, The Haustafel, 52.
Weidinger, The Haustafel, 52-53.
Pandangan Dibelius dan Weidinger tampaknya diterima oleh Rudolf Karl Bultmann, Theology of the New Testament (New York: Doubleday, 1951), I.118.
Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 21.
Untuk kritikan lainnya terhadap pandangan Dibelius dan Weidinger, lih. Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 22-23.
Ernst Lohmeyer, A Brief Commentary on Colossians and Philemon (Gottingen, 1961), 131-145.
Lohmeyer, A Brief Commentary on Colossians and Philemon, 136.
Lohmeyer, A Brief Commentary on Colossians and Philemon, 138.
Lohmeyer, A Brief Commentary on Colossians and Philemon, 144-145.
Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 23-24.
Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 24.
Diulas dalam: Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 25.
Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 25.
Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 25.
Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 26.
Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 26. Pandangan ini diikuti juga oleh: Stephen Motyer, “Relationship Between Paul’s Gospel of ‘All One in Christ Jesus’ (Gal. 3:28) and the Household Codes,” Vox Evangelica 19 (1989): 33-48.
Yates, “The Christian Way of Life: The Paraenetic Material in Colossians 3:1 – 4:6,” 250.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s