Haustafel Sebagai Sebuah Aturan Kristen

Kali ini saya memposting beberapa kolaborasi dengan seorang teman biblika dan hasilnya tafsirannya saya kemukakan sebagai berikut. Namun perlu diketahui bahwa komentar atau tafsiran ini memiliki beberapa sumber yang tercantu dalam foote note tetapi mungkin hilang waktu diposting jadi dibagian akhir akan kami cantumkan sumber. Kini saya masuk dalam Haustaefel sebai sebuah aturan Kristen.
Beberapa pakar surat-surat Paulus percaya bahwa haustafel dalam surat Kolose merupakan aturan Kristen. K.H. Rengstorf merupakan pakar pertama yang berkesimpulan seperti ini setelah Dibelius dan beberapa pakar di atas mengusulkan pandangan-pandangan mereka mengenai asal usul haustafel. Rengstorf mencatat sejumlah perbedaan mendasar yang terdapat dalam haustafel Kristen dan haustafel Yahudi-Helenistik untuk mencegah kesimpulan prematur bahwa haustafel Kristen merupakan versi Kristenisasi terhadap haustafel non-Kristen tersebut. Rengstorf mengklaim bahwa penggunaan haustafel dalam tulisan Bapak-bapak Apostolik menyingkapkan familiritas mereka akan haustafel PB. Menurut Rengstorf, penekanan dari haustafel PB ada pada ayah sebagai kepala seluruh keluarga ketimbang perbedaan-perbedaan gender dan tingkat sosial.
Upaya Rengstorf di atas diperkuat oleh tesisnya bahwa karakter Kristen dari haustafel tersebut terlihat dalam penggunaan kata u`potassesqai yang menandai sikap istri terhadap suami dalam konteks etika Kristen. Selanjutnya, ia juga berargumentasi bahwa tugas dari kepala keluarga menyangkut tiga dimensi, yaitu: sebagai suami, ayah, dan tuan. Akhirnya, ia juga memperkuat nuansa karakter Kristen dari haustafel tersebut dengan memperlihatkan komparasinya dengan penggunaan kata u`potassesqai dalam Lukas 2:51 dan peran Yusuf serta Zakaria sebagai kepala dari keluarga mereka.
David Schroeder juga percaya bahwa haustafel dalam surat Kolose merupakan khas Kristen, namun menolak argumentasi Rengstorf. Menurutnya, rujukan-rujukan yang dikemukakan Rengstorf dari narasi masa kanak-kanak Yesus tidak dapat dianggap khas Kristen. Menurut Schroeder, haustafel tersebut berasal dari Paulus sendiri karena munculnya masalah terkait lontarannya mengenai equalitas dari semua orang di dalam Kristus (Gal. 3:28). Maksud Schroeder, lontaran teologis ini rupanya disalahpahami seakan-akan Paulus meniadakan perbedaan peran dan fungsi dalam tatanan masyarakat dan keluarga. Itulah sebabnya, Paulus perlu menandai perbedaan peran tersebut dalam paraenesisnya mengenai haustafel dalam surat-suratnya.
Dengan mempertimbangkan kelemahan dan kekuatan dari berbagai pandangan di atas, penulis menyimpulkan bagian ini dengan beberapa proposisi penting berikut ini:
a.Haustafel merupakan sesuatu yang umum dijadikan topik pembicaraan dalam konteks Greco-Roman;
b.Meski demikian, haustafel dalam surat Kolose tidak dapat dianggap sebagai versi Kristenisasi dari haustafel Yahudi maupun Helenistik. Haustafel tersebut berasal dari Paulus sendiri. Yates menyatakan, “Tidak terdapat paralel dari aturan-aturan rumah tanggal dalam surat Kolose dengan materi-materi di luar Perjanjian Baru. Itulah sebabnya, kita dapat menyebutnya sebagai materi-materi yang bersifat Kristen.”
c.Namun, Paulus mengemukakan haustafel tersebut bukan karena ada masalah berkait kesalahpahaman akan Galatia 3:28 (kontra Schroeder). Tidak ada bukti dari surat Kolose sendiri untuk kesimpulan ini.
Berkaitan dengan poin-poin penting di atas, penulis perlu melanjutkan ulasan ini dengan memberi perhatian terhadap konteks historis dari surat Kolose sendiri untuk menemukan mengapa Paulus mengkomposisi haustafel tersebut bagi para pembaca surat ini.

Sumber-sumber refrensi Haustafel:

Seneca, Epistles 94.1. Perlu dijelaskan bahwa dalam dunia Greco-Roman, para budak (slaves) dianggap sebagai bagian inti dari sebuah “keluarga” (family) atau “rumah tangga” (household).
Ada pula literatur biblika PB yang menggunakan sebutan yang lebih umum, yaitu ethical lists.
Struktur paling mendasar dari semua surat Paulus adalah struktur indikatif (doktrinal) dan struktur imperatif (perintah-perintah atau nasihat-nasihat). Struktur imperatif inilah yang sering disebut juga paraenesis. Mengenai hal ini, lih. Edwin D. Freed, The Apostle Paul and His Letters (London, Oakville: Equinox, 2005), 4-5. Roy Yates menulis, “Karakteristik surat-surat Paulus ditandai dengan dua bagian – doktrin dan nasihat-nasihat”, lih. “The Christian Way of Life: The Paraenetic Material in Colossians 3:1 – 4:6,” Evangelical Quarterly 63:3 (1991): 241.
Istilah haustafel pertama kali digunakan oleh Martin Luther. Lih. Yates, . “The Christian Way of Life: The Paraenetic Material in Colossians 3:1 – 4:6,” 247.
Lih. James E. Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel (Gottingen: Vandenhoeck & Ruprecht, 1972), 9-18.
Martin Dibelius, Colossians and Ephesians (Handbuch zum Neuen Testament 12; Tubingen, 1953), 438.
Dibelius, Colossians and Ephesians, 438-450.
Dibelius, Colossians and Ephesians, 450.
Karl Weidinger, The Haustafel: A Piece of Early Christian Paraenesis (Untersuchungen zum Neuen Testament 14; Leipzig, 1928), 10-11.
Weidinger, The Haustafel, 19.
Weidinger, The Haustafel, 49.
Weidinger, The Haustafel, 50.
Dibelius, Colossians and Ephesians, 451.
Weidinger, The Haustafel, 52.
Weidinger, The Haustafel, 52-53.
Pandangan Dibelius dan Weidinger tampaknya diterima oleh Rudolf Karl Bultmann, Theology of the New Testament (New York: Doubleday, 1951), I.118.
Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 21.
Untuk kritikan lainnya terhadap pandangan Dibelius dan Weidinger, lih. Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 22-23.
Ernst Lohmeyer, A Brief Commentary on Colossians and Philemon (Gottingen, 1961), 131-145.
Lohmeyer, A Brief Commentary on Colossians and Philemon, 136.
Lohmeyer, A Brief Commentary on Colossians and Philemon, 138.
Lohmeyer, A Brief Commentary on Colossians and Philemon, 144-145.
Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 23-24.
Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 24.
Diulas dalam: Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 25.
Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 25.
Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 25.
Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 26.
Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 26. Pandangan ini diikuti juga oleh: Stephen Motyer, “Relationship Between Paul’s Gospel of ‘All One in Christ Jesus’ (Gal. 3:28) and the Household Codes,” Vox Evangelica 19 (1989): 33-48.
Yates, “The Christian Way of Life: The Paraenetic Material in Colossians 3:1 – 4:6,” 250.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s