Haustafel dalam Kolose 3:18-21

Bagaimana kehidupan keluarga harus diatur bukanlah suatu hal yang mudah dalam dunia Greco-Roman. Menata atau tepatnya memanajemen rumah tangga bukanlah topik yang muncul pada masa kini tetapi merupakan topik klasik dari masa ke masa. Manajemen keluarga sedemikian klasik tetapi urgen dari waktu ke waktu dalam keluarga, khususnya keluarga Kristen. Kita mungkin menolak Aristoteles karena ia tidak searah dengan iman kita, namun hal ini tidak terlalu kuat untuk dijadikan alasan untuk tidak menerima apa yang benar pada buah pikir dari Aristoteles. Aristoteles menganggap bahwa keluarga merupakan unit paling mendasar dari sebuah negara. Ia menyatakan bahwa negara yang tertata baik mestinya dilandasi oleh hubungan paling mendasar di dalamnya yaitu keluarga.(lihat Aristotle, Politics I.1253b., 1-14). Seneca dalam tulisannya yang berjudul: On the Values of Advice, menegaskan beberapa bagian yang berhubungan dengan relasi seorang suami dan istrinya, ayah dan anak, dan bagaimana seorang tuan memperlakukan budak-budaknya. Itulah sebabnya, dalam dunia Greco-Roman, terdapat aturan-aturan mengenai keluarga atau rumah tanggap yang biasanya disebut: household codes (Inggris) atau Haustafel (Jerman).
Menariknya, dalam surat-surat Paulus terdapat dua bagian paraenesis yang tergolong sebagai haustafel, yaitu: Efesus 5:22 – 6:9 dan Kolose 3:18 – 4:1 (bnd. 1 Petrus 3:1-7). Dari segi kuantitasnya, haustafel yang terdapat dalam Kolose lebih ringkas dibandingkan dengan yang terdapat dalam surat Efesus. Meski begitu, haustafel pada kedua bagian ini memiliki struktur yang serupa yaitu mengatur tentang hubungan: suami-istri; orangtua-anak; dan tuan-budak. Paper ini dimaksudkan untuk membahas secara khusus haustafel dalam surat Kolose dan lebih khusus lagi membahas mengenai paraenesis yang mengatur tentang hubungan: suami-istri dan orangtua-anak (Kol. 3:18-21)

Sumber-sumber Haustafel:

Seneca, Epistles 94.1. Perlu dijelaskan bahwa dalam dunia Greco-Roman, para budak (slaves) dianggap sebagai bagian inti dari sebuah “keluarga” (family) atau “rumah tangga” (household).
Ada pula literatur biblika PB yang menggunakan sebutan yang lebih umum, yaitu ethical lists.
Struktur paling mendasar dari semua surat Paulus adalah struktur indikatif (doktrinal) dan struktur imperatif (perintah-perintah atau nasihat-nasihat). Struktur imperatif inilah yang sering disebut juga paraenesis. Mengenai hal ini, lih. Edwin D. Freed, The Apostle Paul and His Letters (London, Oakville: Equinox, 2005), 4-5. Roy Yates menulis, “Karakteristik surat-surat Paulus ditandai dengan dua bagian – doktrin dan nasihat-nasihat”, lih. “The Christian Way of Life: The Paraenetic Material in Colossians 3:1 – 4:6,” Evangelical Quarterly 63:3 (1991): 241.
Istilah haustafel pertama kali digunakan oleh Martin Luther. Lih. Yates, . “The Christian Way of Life: The Paraenetic Material in Colossians 3:1 – 4:6,” 247.
Lih. James E. Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel (Gottingen: Vandenhoeck & Ruprecht, 1972), 9-18.
Martin Dibelius, Colossians and Ephesians (Handbuch zum Neuen Testament 12; Tubingen, 1953), 438.
Dibelius, Colossians and Ephesians, 438-450.
Dibelius, Colossians and Ephesians, 450.
Karl Weidinger, The Haustafel: A Piece of Early Christian Paraenesis (Untersuchungen zum Neuen Testament 14; Leipzig, 1928), 10-11.
Weidinger, The Haustafel, 19.
Weidinger, The Haustafel, 49.
Weidinger, The Haustafel, 50.
Dibelius, Colossians and Ephesians, 451.
Weidinger, The Haustafel, 52.
Weidinger, The Haustafel, 52-53.
Pandangan Dibelius dan Weidinger tampaknya diterima oleh Rudolf Karl Bultmann, Theology of the New Testament (New York: Doubleday, 1951), I.118.
Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 21.
Untuk kritikan lainnya terhadap pandangan Dibelius dan Weidinger, lih. Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 22-23.
Ernst Lohmeyer, A Brief Commentary on Colossians and Philemon (Gottingen, 1961), 131-145.
Lohmeyer, A Brief Commentary on Colossians and Philemon, 136.
Lohmeyer, A Brief Commentary on Colossians and Philemon, 138.
Lohmeyer, A Brief Commentary on Colossians and Philemon, 144-145.
Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 23-24.
Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 24.
Diulas dalam: Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 25.
Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 25.
Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 25.
Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 26.
Crouch, The Origin and Intention of Colossians Haustafel, 26. Pandangan ini diikuti juga oleh: Stephen Motyer, “Relationship Between Paul’s Gospel of ‘All One in Christ Jesus’ (Gal. 3:28) and the Household Codes,” Vox Evangelica 19 (1989): 33-48.
Yates, “The Christian Way of Life: The Paraenetic Material in Colossians 3:1 – 4:6,” 250.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s