Variabel Penelitian Pendidikan Agama Kristen

Variabel-variabel Penelitian dalam Pendidikan Agama Kristen:
Sebuah Pendekatan dalam Pembimbingan Penulisan Tesis
Mahasiswa Pascasarjana Prodi Pendidikan Agama Kristen (M.Pd.K)
STT IKSM Santosa Asih
Jakarta 2011

Mata Kuliah : Bimbingan Tesis
Bobot : non sks
Sifat : wajib diikut oleh mahasiswa yang akan menyusun proposal
Penelitian Tesis
Dosen : Yonas Muanley, M.Th., D.Th. (cand. STTBI Semarang)
Standar Kompetensi : Mahasiswa mampu memiliki variabel penelitian tesis dan
menelitinya dengan pendekatan kuantitatif maupun kualitatif

Substansi Kajian:

Substansi kajian dibagi menjadi dua, yaitu
1). Teori-teori Variabel dan, 2) Contoh-contoh Variabel PAK
Teori Variabel Penelitian

1. Teori-teori variabel penelitian
Penelitian Ilmiah

Penelitian Ilmiah adalah usaha mendapat pengetahuan (kebenaran) secara ilmiah atau usaha untuk mengetahui sesuatu. Selain itu, penelitian berhubungan dengan usaha mencari tahu jawaban atas beberapa permasalahan. Dengan kata lain, penelitian berusaha menyelesaikan masalah atau usaha untuk mencari tahu jawaban atas suatu atau beberapa permasalah (masalah penelitian)

Ada dua cara yang pernah digunakan oleh para ahli dalam upaya untuk mencari tahu sesuatu pengetahuan yang baru (epistemology) yaitu dengan cara atau pendekatan rasional dan empiris. Kedua pendekatan itu di jelaskan sbb:

Pendekatan Rasional
Pendekatan rasional adalah suatu cara untuk mencari tahu pengetahuan yang baru dengan anggapan bahwa segala sesuatu yang ingin diketahui itu ada di dalam pikiran manusia (internal wisdom). Manusia memiliki kemampuan untuk berpikir, menggunakan akal atau rasio untuk menemukan pengetahuan tersebut dari pikirannya. Dengan kata lain, pendekatan rasional dimulai dengan anggapan bahwa pengetahuan dimulai dari suatu gagasan atau pikiran yang didasarkan atas kebijaksanaan yang dimiliki seseorang.
Pendekatan rasional, segala sesuatu yang ingin diketahui itu ada di dalam pikiran manusia/idea (internal wisdom). Salah satu pemikir yang menggunakan pendekatan rasional adalah Aristotle.
Dalam perkembangan selanjutnya, pendekatan ini dianggap tidak layak dan disanggah oleh beberapa ahli pada masa itu. Di antara para ahli yang mengkritik pendekatan rasional adalah Francis Bacon.
Ketidakmampuan pendekatan rasional dalam memecahkan suatu masalah diilustrasikan oleh ahli filsafat dan ilmuwan Francis Bacon yang diceritakan oleh Mees dan diterjemahkan secara bebas sebagai berikut (Howard, 1985), ilustrasinya sbb:
Pada tahun 1432 timbul pertengkaran di antara para tua-tua tentang jumlah gigi yang ada di mulut seekor kuda. Selama 13 hari pertengkaran terus berlangsung tanpa jalan keluar. Pada hari keempat belas, seorang anak muda yang memiliki maksud yang baik dan polos menyarankan untuk membuka mulut seekor kuda dan mencari tahu jawaban atas pertanyaan mereka. Tangkap dia karena, kata mereka (orang-orang tua), pasti setan telah menggoda orang muda yang berani orang muda yang berani ini untuk menyatakan cara yang tidak suci dan tidak pernah didengar untuk mencari tahu kebenaran yang berlawanan dengan ajaran-ajaran para pendahulu. (Kountur, 2007:4-5)

Pendekatan Empiris.
Pendekatan empiris sudah dimulai kurang lebih tiga ratus tahun lalu dari pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh Bacon, Locke, dan Hume.
Menurut pendekatan empiris,pengetahuan diperoleh dari hasil pengamatan terhadap fenomena yang terjadi (external process). Jawaban atas suatu permasalahan ada pada obyek (ontology) di mana masalah tersebut berada dan bukan di dalam pikiran seseorang. Apa yang harus kita lakukan adalah mengamati apa yang terjadi dan membuat kesimpulan. Contohnya seperti pada ilustrasi “gigi kuda” di atas, cara yang terbaik adalah mengamati. Buka mulut kuda dan amati (dengan cara menghitung) maka permasalahan berapa jumlah gigi kuda tersebut akan segera terjawab.
Menurut pendekatan empiris, pengetahuan didapatkan atas berbagai fakta yang diperoleh dari hasil penelitian dan observasi. Salah satu pendekatan empiris adalah metode ilmiah.

Metode Ilmiah

Metode Ilmiah adalah suatu cara memperoleh pengetahuan yang baru atau suatu cara untuk menjawab berbagai permasalahan penelitian yang dilakukan mengikuti kaidah-kaidah Ilmiah (mengikuti langkah-langkah dalam metode Ilmiah). Langkah Ilmiah itu dimulai dari: mengidentifikasi masalah, merumuskan hipotesis, menguji hipotesis, membuat kesimpulan. Secara umum metode ilmiah dimulai dengan mengidentifikasi masalah, setelah masalah diidentifikasi, langkah berikutnya adalah merumuskan hipotesis. Hipotesis adalah jawaban sementara atau permasalahan penelitian yang kebenarannya masih perlu diuji. Kebenaran hipotesis ini kemudian diuji dengan cara mengumpulkan data dari obyek yang diteliti, kemudian data tersebut di analisis. Berdasarkan analisis atas data tersebut, dibuat kesimpulan apakah akan menerima atau menolak hipotesis (Kountur, 2007:6-8).
Lankah-langkah Ilmiah dapat digambarkan sbb:

Tugas Akhir Kesarjanaan

Tugas akhir penelitian atau disebut tugas akhir kesarjanaan, biasanya dikenal dalam tiga macam tugas akhir kesarjanaan. Tugas akhir ini dilakukan lewat penelitian ilmiah. Ada tiga macam tugas akhir kesarjanaan yang dilakukan lewat penelitian, yaitu
1. Skripsi
2. tesis dan
3. disertasi

Penelitian sebagaimana yang dimaksud di atas, berhubungan pula dengan usaha untuk mencari tahu jawaban atas suatu atau beberapa permasalah (masalah penelitian)

Variabel Penelitian Pendidikan Agama Kristen

Pengertian variabel dalam konteks Pendidikan Agama Kristen diartikan konsep-konsep di sekitar isi PAK yang dapat diukur ketika diteliti secara ilmiah. Dengan kata lain judul skripsi, tesis, disertasi dalam pendidikan Agama Kristen adalah judul (konsep) yang dapat diukur. Misalnya, konsep (judul) Sorga, kerajaan Allah dll adalah konsep yang tidak dapat diukur, tetapi bila dijadikan variabel maka dapat dikur. Sorga dapat dijadikan sebagai variabel (konsep yang dapat diukur), apabila si peneliti merumuskannya menjadi: “tingkat pemahaman warga gereja tentang Sorga”. Yang diukur adalah seberapa jauh anggota jemaat memahami tentang “Sorga”, sedangkan sorga sendiri tidak dapat diukur. Jadi, tingkat pemahaman warga jemaat tentang kerajaan Allah” dan seterusnya. Inilah yang disebut variabel penelitian PAK. Contoh lain, Makna garam dan terang dunia menurut Matius 5:13-14 dan Aplikasinya bagi Jemaat juga masih merupakan konsep yang tidak dapat diukur, judul ini harus dirubah menjadi variabel (konsep yang dapat diukur) oleh peneliti yang meneliti teks Matius 5:13-14, judulnya dapat dibuat seperti ini: Hubungan makna Garam dan terang dunia menurut Matius 5:13-14 dengan praktik hidup anggota jemaat A

Pengertian Variabel Penelitian

Menurut Ronny Kountur, variabel adalah bentuk yang dapat diukur dari konsep. Dengan kata lain, variabel adalah konsep yang dapat diukur.
Konsep adalah pengertian abstrak yang digunakan para ilmuwan sebagai komponen dalam membangun proposisi dan teori. Konsep juga dipakai dalam memberikan arti dari sesuatu. Misalnya, konsep tentang “raut muka”, konsep tentang “marah” memberikan arti yang berbeda dengan konsep tentang “bahagia”
Teori adalah system dari proposisi atau teori adalah kumpulan dari proposisi yang saling berkaitan.

Kerangka Konsep

Berbagai teori yang telah dikumpulkan pada landasan teori (bab II) dan telah diuraikan harus dapat menghasilkan beberapa konsep. Hubungan antara berbagai konsep yang didasarkan atas teori tersebut disebut kerangka konsep.
Kerangka konsep adalah gambaran hubungan antara satu bagian dengan bagian lainnya. Dari berbagai teori yang telah dikumpulkan, akan diperoleh beberapa konsep. Apabila konsep-konsep itu dihubungkan satu sama lain, untuk memberikan suatu gambaran atas suatu fenomena, maka hubungan antara konsep inilah yang disebut dengan istilah kerangka konsep.
Untuk riset ilmu sosial, umumnya kerangka konsep digambarkan dengan menggunakan bagan-bagan yang dihubungkan dengan anak panah. Apabila hubungannya adalah sebab akibat, digunakan anak panah satu arah; sedangkan bila hubungannya adalah korelasi, digunakan anak panah dua arah. Tidak tertutup kemungkinan bahwa dua konsep saling mempengaruhi (saling menunjukkan sebab akibat), maka yang digunakan adalah dua anak panah satu arah yang masing-masing menunjuk kea rah yang berlawanan.

Mengetahui sesuatu

Penelitian berhubungan dengan usaha mengetahui sesuatu, dan usaha mencari tahu jawaban atas suatu atau beberapa masalah
Ada dua cara yang pernah digunakan oleh para ahli dalam upaya untuk mencari tahu sesuatu pengetahuan yang baru (epistemology) yaitu dengan cara atau pendekatan rasional dan empiris. Kedua pendekatan itu di jelaskan sbb:

Pendekatan Rasional

Pendekatan rasional adalah suatu cara untuk mencari tahu pengetahuan yang baru dengan anggapan bahwa segala sesuatu yang ingin diketahui itu ada di dalam pikiran manusia (internal wisdom). Manusia memiliki kemampuan untuk berpikir, menggunakan akal atau rasio untuk menemukan pengetahuan tersebut dari pikirannya. Dengan kata lain, pendekatan rasional dimulai dengan anggapan bahwa pengetahuan dimulai dari suatu gagasan atau pikiran yang didasarkan atas kebijaksanaan yang dimiliki seseorang.
Pendekatan rasional, segala sesuatu yang ingin diketahui itu ada di dalam pikiran manusia/idea (internal wisdom). Salah satu pemikir yang menggunakan pendekatan rasional adalah Aristotle.
Dalam perkembangan selanjutnya, pendekatan ini dianggap tidak layak dan disanggah oleh beberapa ahli pada masa itu. Di antara para ahli yang mengkritik pendekatan rasional adalah Francis Bacon.
Ketidakmampuan pendekatan rasional dalam memecahkan suatu masalah diilustrasikan oleh ahli filsafat dan ilmuwan Francis Bacon yang diceritakan oleh Mees dan diterjemahkan secara bebas sebagai berikut (Howard, 1985), ilustrasinya sbb:

Pada tahun 1432 timbul pertengkaran di antara para tua-tua tentang jumlah gigi yang ada di mulut seekor kuda. Selama 13 hari pertengkaran terus berlangsung tanpa jalan keluar. Pada hari keempat belas, seorang anak muda yang memiliki maksud yang baik dan polos menyarankan untuk membuka mulut seekor kuda dan mencari tahu jawaban atas pertanyaan mereka. Tangkap dia karena, kata mereka (orang-orang tua), pasti setan telah menggoda orang muda yang berani orang muda yang berani ini untuk menyatakan cara yang tidak suci dan tidak pernah didengar untuk mencari tahu kebenaran yang berlawanan dengan ajaran-ajaran para pendahulu. (Kountur, 2007:4-5)

Pendekatan Empiris.

Pendekatan empiris sudah dimulai kurang lebih tiga ratus tahun lalu dari pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh Bacon, Locke, dan Hume.
Menurut pendekatan empiris,pengetahuan diperoleh dari hasil pengamatan terhadap fenomena yang terjadi (external process). Jawaban atas suatu permasalahan ada pada obyek (ontology) di mana masalah tersebut berada dan bukan di dalam pikiran seseorang. Apa yang harus kita lakukan adalah mengamati apa yang terjadi dan membuat kesimpulan. Contohnya seperti pada ilustrasi “gigi kuda” di atas, cara yang terbaik adalah mengamati. Buka mulut kuda dan amati (dengan cara menghitung) maka permasalahan berapa jumlah gigi kuda tersebut akan segera terjawab.
Menurut pendekatan empiris, pengetahuan didapatkan atas berbagai fakta yang diperoleh dari hasil penelitian dan observasi. Salah satu pendekatan empiris adalah metode ilmiah
Metode Ilmiah adalah suatu cara memperoleh pengetahuan yang baru atau suatu cara untuk menjawab berbagai permasalahan penelitian yang dilakukan mengikuti kaidah-kaidah Ilmiah (mengikuti langkah-langkah dalam metode Ilmiah). Langkah Ilmiah itu dimulai dari: mengidentifikasi masalah, merumuskan hipotesis, menguji hipotesis, membuat kesimpulan. Secara umum metode ilmiah dimulai dengan mengidentifikasi masalah, setelah masalah diidentifikasi, langkah berikutnya adalah merumuskan hipotesis. Hipotesis adalah jawaban sementara atau permasalahan penelitian yang kebenarannya masih perlu diuji. Kebenaran hipotesis ini kemudian diuji dengan cara mengumpulkan data dari obyek yang diteliti, kemudian data tersebut di analisis. Berdasarkan analisis atas data tersebut, dibuat kesimpulan apakah akan menerima atau menolak hipotesis (Kountur, 2007:6-8).

Motivasi mengetahui sesuatu

Menurut Ronny Kountur:
Ingin mengetahui sesuatu merupakan salah satu sifat manusia (baca: peneliti). Sifat ingin tahu mendorong manusia (peneliti) untuk berusaha mencari tahu apa yang belum diketahui. Penelitian berhubungan dengan usaha untuk mengetahui sesuatu. Selain itu, penelitian berhubungan pula dengan usaha untuk mencari tahu jawaban atas suatu atau beberapa permasalah (masalah penelitian)

Masalah Penelitian dan penetapan variabel penelitian (Bab I Tesis)
Setiap penelitian ilmiah: skripsi, tesis, dan disertasi harus dimulai dengan masalah.
Memahami secara baik, apa yang dimaksud dengan masalah penelitian, akan sangat membantu peneliti dalam memaparkan latar belakang masalah secara jelas dalam bagian latar belakang masalah penelitian.
Sering terjadi bahwa apa yang dipaparkan dalam latar belakang masalah tidak menunjukkan masalah, tetapi pernyataan-pernyataan yang sifatnya bukan masalah, ada pula yang bersifat pernyataan solusi. Oleh karena itu perlu dipahami apa itu masalah penelitian?

Beberapa definisi tentang masalah penelitian ilmiah
Andreas Subagyo, mengutip pendapat Locke, Spirduso, dan Silverman tentang pengertian masalah penelitian sbb:
Masalah penelitian adalah pengalaman ketika kita menghadapi situasi yang tidak memuaskan. Situasi itu harus betul-betul tidak memuaskan sehingga diraskan sebagai masalah untuk diteliti secara ilmiah. Pengalaman itu bukan saja pengalaman dalam praktik, melainkan juga dalam mengamati dua teori yang bertentangan .
Sugiyono mendefinisikan:
Masalah penelitian adalah penyimpangan dari standar keilmuan maupun aturan yang berhubungan dengan obyek penelitian. Penyimpangan itu perlu ditunjukkan dalam data.
Pandangan lain:
Masalah penelitian adalah perbedaan antara harapan dan kenyataan
Malasah penelitian adalah perbedaan antara teori (yang tertulis) dengan praktik (apa yang terjadi/implementasinya)

Kelayakan masalah penelitian

Menurut Sasmoko, Penelitian harus diawali dengan masalah. Maslah yang diteliti haruslah memenuhi kelayakan atau layak diteliti. Selanjutnya peneliti menguraikan masalah penelitian, yaitu dengan mendemostrasikan penguasaan masalah dengan cara menulis latar belakang masalah.

Sumber Masalah Penelitian

Sumber mendapatkan masalah penelitian
Andreas Subagyo
Sumber masalah penelitian bisa didapatkan dengan bertolak dari teori, teologi, atau filsafat. Ada masalah di dalam bidang teologi, biblika, perbandingan agama, psikologi agama, sejarah gereja, pendidikan agama, pelayanan keagamaan dan lain-lain .
Menurut Sasmoko, sumber masalah penelitian dapat diperoleh melalui: pengalaman (pengalaman peneliti), deduksi teori, hasil penelitian orang lain, sumber dari inspirasi di bidang lain.
Selain itu, sumber masalah dari pengalaman. Sumber masalah yang berguna bagi peneliti adalah dari pengalaman peneliti sendiri, baik pengalaman mengajar maupun pelayanan.

Variabel Penelitian

Menurut Sasmoko, setiap penelitian selalu memiliki variabel, baik itu penelitian kualitatif maupun kuantitatif.
Bila peneliti merasa tidak memiliki variabel, maka peneliti pada saat itu sedang bingung.
Minimal yang harus dimiliki penelitia adalah variabel terikat (dependent variabel) atau variabel utama penelitian (Y)

Pengertian Variabel Penelitian

Variabel adalah konsep yang diberi lebih dari satu nilai. Oleh karena itu, variabel dapat disebut atribut dari seseorang dengan yang lainnya atau objek yang mempunyai variasi antara satu dengan yang lainnya
Tinggi badan, berat badan, motivasi kerja, gaya kepemimpinan, disiplin kerja, etos kerja, kinerja merupakan atribut-atribut dari setiap orang. Berat, ukuran, bentuk, dan warna merupakan atribut dari obyek. Disebut variabel karena ada variasinya.
Variabel dalam penelitian kualitatif dapat disebut konsep penelitian yang dibangun oleh peneliti berdasar pada suatu teori, sehingga mengandung suatu ciri khas yang dapat diukur atau dapat menunjukkan suatu derajad. Oleh karena itu, dalam membangun hubungan di antara variable/konsep penelitian, peneliti harus mendasarkan diri pada penalaran yang bersumber dari pemikiran sendiri atau terinspirasi oleh teori yang sudah ada

2. Contoh variabel:

Dalam buku Metode Penelitian yang ditulis oleh Prof. Sasmoko mengetengahkan beberapa contoh variabel sbb:

Tinggi badan disebut variabel, karena tinggi badan sekelompok orang itu bervariasi antara satu orang dengan yang lainnya.
Kerlinger menyebut variabel adalah construct (konstruk atau bangunan pengertian atau sifat yang akan dipelajari)
Variabel juga disebut sebagai suatu sifat yang diambil dari suatu nilai yang berbeda. Artinya variabel adalah sesuatu yang bervariasi.
Namun jika ditinjau dari konsepnya, maka atribut adalah berbeda dengan variabel. Atrbut adalah konsep yang memiliki cirri khas yang dikandungnya, sehingga dapat dibedakan. pengertian atau dalam bentuk pernyataan yang telah dibentuk oleh akal peneliti dan telah diberi makna. Konsep ini sering dipergunakan dalam penelitian kualitatif, sehingga setiap peneliti memiliki otoritas dan ketergantungan terhadap teori. Contoh: wanita, Jawa, kaya, dll. Variabel adalah konsep yang mengandung cirri khas yang dapat diukur atau dapat menunjukkan suatu derajat. Contoh: sifat kewanitaan, kejawaan, kekayaan, dll. Disebut variabel, karena mempunyai arah pengukuran nominal, ordinal, interval, atau rasio.
Berdasarkan pengertian di atas, variabel dapat dirumuskan sebagai suatu atribut atau sifat atau aspek dari orang atau obyek yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari, didalami, dan ditarik kesimpulan.
Di samping variabel berfungsi sebagai pembeda, variabel juga dapat dilihat keterkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lain. Fenomena social dapat dijelaskan dan diramalkan apabila hubungan antar variabel tertentu telah diketahui. Pedomannya untuk mengetahui variabel yang saling berhubungan dari sekian banyak kemungkinan yang terjadi yaitu berdasarkan pengembangan teori atau uraian tentang hakikat teori.

Ronny Kountur, memberi beberapa contoh variabel penelitian sbb:

Variabel tipe kendaraan,memiliki atribut:
a. beroda dua
b. beroda tiga
c. beroda empat
Variabel tingkat pendidikan, memiliki atribut:
a. tidak sekolah
b. tidak tamat SD
c. SD
d. SMP
e. SMU
f. PT
Variabel Warna memiliki atribut:
a. merah
b.putih
c. biru
d. kuning dst.
Variabel status perkawinan memiliki atribut:
a. belum kawin
b. kawin
c. janda
d. duda
e.pisah
f. kebo
g. kawin saksi
h. kawin teplok
i. kawin suri
j. kawin gantung
k. kawin di bawah tangan
l. hasil cloning
m. inseminasi buatan
Dalam penyusunan kuesioner dan juga analisis data, atribut suatu variabel perlu diketahui secara lengkap. Dengan atribut-atribut tersebut, peneliti akan lebih mampu memperdalam temuannya.

3. Konstruk/bangunan pengertian Variabel yang diteliti

Konstruk atau bangunan pengertian adalah definisi peneliti yang terinspirasi berdasarkan kajian teoritis-teologis terhadap variabel yang ditelitinya. Dengan kata lain setelah kajian teori atas variabel penelitian (Y) dan (X) disusun dengan baik, maka yang harus dilakukan peneliti adalah menutup uraian teori pervariabel tersebut dengan suatu construct atau bangunan pengertian atau konsep yang dipergunakan dalam penelitian. Atau di akhir uraian setiap variabel harus disimpulkan sebuah definisi konseptual yang akan dipakai di dalam penelitian.
Construct merupakan pendapat peneliti tentang variabel tersebut, di mana maknanya akan dipergunakan sebagai landasan dalam penelitian. Construct lahir karena peneliti terinspirasi dari berbagai teori atau kajian yang disusunnya. Penempatan construct adalah pada alinea terakhir dari setiap kajian teori per variabel (hakikat variabel).
Isi yang terkandung dalam construct antara lain: definisi konseptual; dimensi; dan indikator

4. Nama-nama Variabel

Ada banyak nama variabel, tetapi yang dikemukakan disini hanya 3 variabel (yang lain dapat dipelajari dalam buku Prof. Dr. Sasmok, Metode Penelitian, hlm. 26-31)

Nama 3 variabel yang dimaksud sbb:

4.1. Variabel bebas (independent variable): sering disebut variabel stimulus, predictor, anteceden, atau juga independent variable. Variabel ini adalah variabel yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat (Y)
4.2. Variabel Terikat (dependent variable): sering disebut variable output, criteria, konsekuen, atau dependent variable. Variabel ini adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas.
4.3. Variabel Moderator adalahvariabel yang berfungsi melakukan kategorisasi dalam melakukan analisis perbedaan dari variabel bebas atau terikat
Contoh:
Kasus: suatu pusat pendidikan dan litihan sepak bola melakukan latihan dengan tehnik tertentu antara kelompok pria dan wanita. Pelatih kedua kelompok; bola yang digunakan; lapangan tempat latihan; kostum yang dipakai; tempat tidur; waktu istirahat malam; sabun mandi; dan menu makanan adalah sama.
Variabel bebas: tehnik latihan sepakbola
Variabel terikat: prestasi permainan
Rumusan masalah: apakah terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan prestasi permainan sepakbola
Setelah dilakukan analisis: ternyata kelompok pria prestasinya lebih baik disbanding kelompok wanita
Mengapa demikian? Karena ada variabel moderatornya yaitu jenis kelamin. Jenis kelamin inilah yang memperlemah hubungan variabel bebas dengan terikat.
Bahasan di atas yang bersumber dari sumber-sumber metode penelitian sekiranya menjadi jelas bagi kita untuk memahami variabel penelitian, khususnya variabel penelitian dalam pendidikan Agama Kristen.

4 tanggapan

  1. dewantoro susanto | Balas

    mantap, n klw bisa postingin don’k contoh2 skripsi,
    jarang tu contoh skripsi yang di internet ( khususnya untuk jurusan PAK )
    makasih

    1. Terimakasih, akan saya usahakan posting berikutnya.

  2. lengkapi isi buku metode penelitian

    1. Trims, tapi sudah ada dalam bentuk endnote

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: